Nabire, Taburanews.my.id — Di balik kelancaran distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa TK, SD hingga balita posyandu, Kepala SPPG Kalisusu 001, Yameth Pahabol, S.IP, mengambil langkah yang memperkuat fondasi pelayanan: menjamin perlindungan 50 tenaga kerjanya melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Seluruh tenaga kerja, mulai dari ahli gizi, juru masak, hingga staf pendukung, kini resmi terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko kecelakaan kerja yang berpotensi terjadi dalam aktivitas dapur produksi dan distribusi.

Tak sekadar administrasi, Yameth juga secara simbolis menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada dua perwakilan karyawan baik dari kalangan Orang Asli Papua (OAP) dan satu dari non-OAP.

Penyerahan itu menjadi pesan kuat bahwa perlindungan kerja berlaku setara bagi seluruh pekerja tanpa memandang latar belakang.

“Pelayanan kepada anak-anak harus maksimal. Tapi keselamatan dan kesejahteraan pekerja juga wajib menjadi prioritas,” ujar Yameth, kepada awak media diruang kerjanya. Senin (2/3).

Aktivitas penyediaan MBG dalam skala besar membutuhkan ketelitian dan tenaga ekstra. Mulai dari proses memasak, pengemasan hingga distribusi ke sekolah dan posyandu, semua memiliki potensi risiko.

Dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja memperoleh jaminan kecelakaan kerja dan perlindungan lain sesuai regulasi yang berlaku.

Langkah ini dinilai memperkuat sistem kerja di internal SPPG Kalisusu 001 sekaligus menciptakan rasa aman bagi para tenaga di lapangan.

Di tengah tuntutan kualitas layanan publik, perhatian terhadap aspek perlindungan kerja menjadi elemen penting agar program berjalan berkelanjutan.

Yameth menegaskan, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari bagaimana sistem kerja dibangun secara profesional dan inklusif.

“Pelayanan publik yang baik harus berjalan seiring dengan perlindungan dan keadilan bagi seluruh tenaga kerja,” tegasnya. (FN).