Nabire, Taburanews.my.id — Sepak bola Papua Tengah lagi naik suhu. Tujuh tim kabupaten siap tempur di Liga 4, dengan satu target: tembus Liga 3. Meski stadion representatif belum ada dan kepengurusan definitif Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua Tengah masih berproses, semangat kompetisi tak kendor.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Papua Tengah, Jem Telenggen, memastikan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Buatnya, ini bukan sekadar turnamen, ini panggung pembuktian talenta muda Papua Tengah.

“Kami sangat mendukung. Ini momentum anak-anak muda menunjukkan kualitasnya,” tegas Jem, kepada awak media saat ditemuin usai pembukaan Talkshow KADIN Papua Tengah di Resto Jakarta Nabire, Rabu (25/2/2026).
Dari informasi terakhir, tujuh kabupaten dipastikan ikut. Nabire tak ambil bagian karena sudah lebih dulu merumput di Liga 3. Artinya, persaingan Liga 4 bakal panas. Semua tim tahu, tiket promosi cuma satu arah: naik kasta atau tertinggal.
Beberapa daerah sebelumnya sempat merasakan dinamika promosi-degradasi. Kini, kesempatan itu datang lagi. Liga 4 bukan sekadar formalitas, ini gerbang menuju panggung yang lebih tinggi.
Karena keterbatasan stadion, laga kemungkinan besar dipusatkan di Timika, opsi paling realistis untuk saat ini. Jadwal final masih menunggu laporan panitia, tapi atmosfer kompetisi sudah terasa.
Jem tak menutup mata soal PR besar: fasilitas. “Kita akui, stadion dan sarana masih kurang. Itu tantangan kita,” ujarnya.
Kabar baiknya, pembangunan sport center masuk program prioritas pemerintah provinsi tahun ini. Perencanaan sudah jalan, dengan rencana lokasi di kawasan Magrier. Prosesnya memang panjang, mulai dari penentuan lahan hingga tahapan administrasi tapi sinyalnya jelas: Papua Tengah mau serius membangun fondasi sepak bolanya.
Di atas semua itu, satu pesan penting disuarakan: sportivitas harga mati. Sepak bola harus jadi ruang persaudaraan, bukan ajang bikin keributan.
“Datang dukung tim dengan sportif. Olahraga itu untuk mendamaikan,” kata Jem.
Papua Tengah mungkin belum punya stadion megah. Tapi mereka punya bahan bakar utama: bakat, semangat, dan mimpi promosi. Liga 4 kali ini bukan sekadar kompetisi. Ini start awal. Siapa paling siap, dia yang melesat ke Liga 3.(FN).

