Nabire, Taburanews.my.id — Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire yang dinilai mulai menunjukkan dampak positif, namun tetap membutuhkan pengawasan ketat untuk menjaga kualitas layanan. Sejumlah sekolah penerima manfaat menyampaikan apresiasi terhadap menu MBG yang dinilai memiliki cita rasa baik dan dapat diterima oleh peserta didik.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, mengatakan respon positif dari sekolah menjadi indikator awal bahwa kebijakan nasional MBG berjalan sesuai arah di daerah, termasuk di wilayah Papua Tengah.
“Kami menyambut baik respon positif dari SMP Negeri 4 Nabire. Menu yang diterima dinilai enak dan memuaskan, dan itu memang menjadi harapan kami agar pelayanan MBG di Kabupaten Nabire terus dimaksimalkan,” kata Marsel saat ditemui awak media usai rapat evaluasi, Selasa (3/2/2026), di ruang rapat Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire.
Program MBG merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah pusat yang dirancang untuk meningkatkan status gizi anak-anak sekolah serta menekan angka stunting dan malnutrisi secara nasional. Program ini dijalankan melalui Badan Gizi Nasional dengan melibatkan mitra dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Nabire.
Marsel menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan makan, tetapi juga dari kualitas makanan dan kandungan gizi sesuai standar nasional.
“MBG bukan hanya soal rasa, tetapi juga kualitas dan nilai gizi. Kami memastikan makanan yang diberikan tidak hanya enak dikonsumsi, tetapi juga mengandung gizi yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak-anak,” ujarnya.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, BGN Kabupaten Nabire bersama Satgas MBG setempat telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah dapur MBG. Dari hasil sidak tersebut, ditemukan dua dapur yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar dan perlu melakukan pembenahan, terutama terkait kebersihan dapur, pengelolaan limbah, serta pemenuhan fasilitas sesuai ketentuan BGN.
Marsel menyebut kedua mitra telah dipanggil dan diberikan catatan evaluasi. Menurutnya, para mitra menunjukkan sikap kooperatif dan berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan.
“Mereka menerima masukan dan siap berbenah. Bahkan satu dapur berencana melakukan relokasi dan membangun dapur baru yang sesuai dengan spesifikasi Badan Gizi Nasional,” jelasnya.
Ia menilai langkah tersebut mencerminkan komitmen mitra dalam mendukung kebijakan nasional MBG agar berjalan sesuai standar, khususnya di daerah dengan tantangan geografis seperti Papua.
Terkait pelaksanaan MBG selama bulan Ramadhan, Marsel mengatakan pihaknya masih menunggu surat edaran resmi dan petunjuk teknis dari BGN pusat. Meski demikian, berdasarkan informasi kebijakan yang telah disampaikan secara nasional, pola penyaluran MBG selama Ramadhan diperkirakan akan mengalami penyesuaian.
“Petunjuk teknis resmi memang belum kami terima. Namun arah kebijakan yang berkembang, MBG akan diberikan dalam bentuk makanan kering yang bisa dibawa pulang untuk menu berbuka puasa bagi peserta didik Muslim, sementara peserta didik non-Muslim tetap menerima makanan basah,” katanya.
Marsel menambahkan, Satgas MBG Kabupaten Nabire akan terus melakukan pengawasan secara berkala terhadap seluruh dapur MBG yang beroperasi. Ia mengimbau seluruh mitra untuk melakukan pembenahan secara mandiri tanpa menunggu temuan lapangan.
“Pengawasan ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar nasional, sehingga MBG benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya. (JN).

