Jayapura, Taburanews.my.id – Ketua Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) Papua Tengah, Yoti Gire, mengobarkan semangat persatuan dan kebangkitan generasi muda Papua dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BM PAN se-Tanah Papua yang berlangsung di Hotel Horison Kotaraja, pada 27–28 Februari 2026.
Dalam forum yang mempertemukan kader-kader muda dari seluruh wilayah Papua tersebut, Yoti Gire menegaskan pentingnya kesatuan visi dan komitmen generasi muda dalam membangun daerah serta berkontribusi bagi bangsa.

Ia mengajak pemuda Papua untuk bangkit, mengorbankan ego dan kepentingan pribadi, serta mengedepankan semangat kolektif demi kemajuan Tanah Papua.
“Pemuda Papua harus menjadi motor penggerak perubahan. Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kesatuan adalah kekuatan kita untuk membangun Papua yang lebih maju dan berdaya saing,” tegasnya di hadapan peserta Rakerwil.
Selain menjabat sebagai Ketua BM PAN Papua Tengah, Yoti Gire juga dikenal sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Papua Tengah (HIPMI Papua Tengah).
Perannya di dunia organisasi kepemudaan dan kewirausahaan dinilai memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi generasi muda Papua.
Dalam pidatonya, Yoti menekankan bahwa pemuda harus menjadi generasi visioner yang mampu membaca peluang dan tantangan global.
“Saya percaya masa depan bangsa ini ada di pundak anak-anak mudah. Kalau hari ini mereka dipersiapkan dengan baik, masa depan negeri ini akan cerah,” tandas Gire.
Menurutnya, Papua memiliki sumber daya alam dan potensi manusia yang besar, namun dibutuhkan keberanian, inovasi, dan kolaborasi untuk mengelolanya secara optimal.
Ia juga menyampaikan bahwa kebangkitan Papua tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter, integritas, dan kapasitas sumber daya manusia.
“Kita harus menjadi roh perubahan itu sendiri. Semangat kita harus menjadi energi yang menyalakan harapan bagi Papua,” ujarnya.
Rakerwil BM PAN se-Tanah Papua ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan struktur organisasi dalam menghadapi dinamika politik dan pembangunan daerah.
Para peserta sepakat mempererat solidaritas antarwilayah serta memperkuat peran pemuda dalam proses pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui forum tersebut, Yoti Gire menegaskan bahwa masa depan Papua berada di tangan generasi mudanya.
“Matahari satu. Kalau tidak bisa jadi matahari, kita pastikan jadi bulan. Kalau tidak bisa jadi bulan, kita pastikan jadi bintang,” serunya.
Dengan kesatuan, disiplin, dan kerja nyata, ia optimistis Papua mampu melangkah lebih maju dan sejajar dengan daerah lain di Indonesia. (FN).

