Nabire, Taburanews.my.id — Prajurit Yonif TP 804/DBAY memilih jalur sunyi untuk membangun kedekatan dengan warga Distrik Kimi, Nabire, Papua Tengah. Lewat program rutin Jumat Berkah dan Minggu Berkah, satuan ini menyasar rumah-rumah ibadah sebagai ruang temu sosial antara TNI dan masyarakat.

Kegiatan berlangsung pada Jumat, 30 Januari 2026 di Masjid Al Azhar dan berlanjut pada Minggu, 1 Februari 2026 di Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia (GPSDI) Jemaat Kristus Ajaib Kimi. Setelah ibadah usai, prajurit membagikan paket nasi, susu, dan biskuit kepada jamaah.
Pemilihan waktu dan lokasi bukan tanpa pertimbangan. Rumah ibadah dinilai sebagai titik konsentrasi warga sekaligus ruang sosial yang relatif netral. Dengan hadir selepas ibadah, prajurit dapat menjangkau masyarakat dalam suasana yang lebih tenang dan personal.
“Kami ingin hadir tanpa jarak. Jumat Berkah dan Minggu Berkah adalah cara sederhana kami merawat hubungan dengan warga, sekaligus menegaskan bahwa prajurit juga bagian dari kehidupan sosial masyarakat,” ujar seorang perwira Yonif TP 804/DBAY kepada Taburanews, Rabu (4/2/2026).
Para personel turut mengikuti ibadah sesuai keyakinan masing-masing sebelum kegiatan pembagian dilakukan. Praktik ini dipertahankan sebagai simbol penghormatan terhadap keberagaman yang hidup di wilayah Kimi.
Respons warga terlihat positif. Jamaah mengantre dengan tertib dan menyampaikan apresiasi kepada prajurit yang bertugas. Meski sederhana, kegiatan ini dinilai efektif dalam membangun komunikasi langsung dan kepercayaan sosial.
Melalui Jumat Berkah dan Minggu Berkah, Yonif TP 804/DBAY menempatkan pendekatan sosial sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial. Bukan dalam bentuk seremoni besar, melainkan lewat kehadiran rutin yang menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat. (JN).

