Jayapura, Taburanews.my.id — Situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menjadi sorotan setelah serangkaian peristiwa kekerasan terjadi di ibu kota Dekai dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut memicu keresahan warga dan dinilai mengganggu stabilitas sosial serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Anggota DPRK Yahukimo dari Fraksi Yahukimo Bersatu, Sipe Sobolim, menyampaikan keprihatinannya atas perkembangan situasi tersebut.

Ia menilai, berbagai insiden yang terjadi membuat masyarakat tidak lagi merasa aman menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja di kebun dan hutan.

“Seperti kita hidup di negeri orang lain, padahal ini kampung kelahiran kami sendiri,” ujar Sobolim, Sabtu (14/2).

Menurut dia, rangkaian kejadian di Dekai tidak hanya berkaitan dengan konflik bersenjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata, tetapi juga diduga melibatkan faktor lain yang memerlukan penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang.

Ia meminta aparat melakukan evaluasi menyeluruh agar motif dan pelaku di balik peristiwa berulang tersebut dapat diungkap secara transparan.

Sobolim juga menyoroti aksi penikaman serta pembakaran fasilitas publik, termasuk sekolah, fasilitas kesehatan, dan rumah ibadah.

Ia menegaskan tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan karena berdampak langsung terhadap hak dasar masyarakat.

“Pendidikan dan kesehatan adalah kebutuhan mendasar. Kalau sekolah dan fasilitas umum dirusak, maka yang dirugikan adalah generasi kita sendiri,” katanya.

Sebagai anggota Komisi C DPRK yang membidangi pendidikan dan kesehatan, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan daerah seperti menjaga rumah sendiri.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat sipil guna mengembalikan rasa aman di Yahukimo.

Sobolim juga mempertanyakan mengapa sejumlah insiden terjadi di dalam kota yang seharusnya berada dalam pengawasan aparat. Menurutnya, perlu ada langkah konkret dan terukur agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Ia berharap semua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog serta penyelesaian damai demi menjaga stabilitas di Yahukimo. “Mari kita jaga kabupaten ini seperti rumah kita sendiri,” ujarnya.

Situasi di Yahukimo kini menjadi perhatian publik, seiring harapan agar keamanan segera pulih dan pelayanan publik dapat berjalan normal demi kepentingan masyarakat luas. (FN).