Nabire, Taburanews.my.id – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah, Gustav Robby Urbinas, menegaskan komitmennya membenahi fondasi internal kepolisian di provinsi termuda ini. Pembenahan organisasi dan penegakan disiplin menjadi dua agenda utama yang ia dorong untuk memperkuat institusi sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam wawancara seusai serah terima jabatan, Dr. Gustav Robby Urbinas, SH., S.I.K., M.Pd., M.H. mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang kembali dipercayakan kepadanya. Ia menyebut, sejak awal berdirinya provinsi ini, dirinya terlibat sebagai Liaison Officer (LO) pertama yang memperjuangkan terbentuknya Polda Papua Tengah.

“Ini adalah kelanjutan dari perjuangan yang dulu sudah dirintis. Sekarang tantangannya adalah bagaimana memantapkan Polda Papua Tengah dalam berbagai aspek,” ujarnya, kepada awak media. Rabu (20/2/2026).

Menurut Gustav, sebagai institusi yang masih baru, Polda Papua Tengah masih membutuhkan penguatan menyeluruh, terutama pada aspek internal organisasi. Pembenahan tersebut mencakup pengelolaan aset, penataan dan pemenuhan personel, serta kelengkapan sarana dan prasarana penunjang operasional.

Ia menegaskan, perannya sebagai Wakapolda adalah membantu Kapolda memastikan struktur organisasi berjalan efektif dan siap mendukung fungsi operasional maupun pembinaan.

“Pembenahan ini penting agar ke depan Polda Papua Tengah semakin lengkap dan mantap, sehingga mampu melayani masyarakat dengan lebih baik,” kata dia.

Selain penguatan struktur, Gustav menempatkan kedisiplinan sebagai fondasi utama profesionalisme anggota. Ia menilai, disiplin yang kuat akan meminimalisir pelanggaran, baik kode etik, profesi, maupun pelanggaran disiplin lainnya.

“Kedisiplinan adalah hal yang paling utama. Saya akan terus mengingatkan jajaran, baik di tingkat Polda maupun Polres, agar menjaga integritas dan profesionalisme,” tegasnya.

Ia menyadari bahwa kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tidak bisa dibangun hanya dengan struktur yang lengkap, tetapi juga melalui perilaku dan kinerja anggota di lapangan. Karena itu, pendekatan pembinaan akan dilakukan secara seimbang.

Anggota yang menunjukkan kinerja baik akan diberi apresiasi, sementara yang melakukan pelanggaran akan dibina agar kembali pada standar profesional yang diharapkan.

“Yang baik kita apresiasi. Yang belum baik kita bina supaya menjadi baik. Tujuannya satu, agar institusi ini semakin dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Dengan agenda pembenahan internal dan penegakan disiplin, Wakapolda Papua Tengah berharap institusi yang masih muda ini mampu tumbuh menjadi organisasi yang solid, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di Papua Tengah. (FN).