Nabire, Taburanews.my.id — Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, S.Sos., M.Si., menegaskan pentingnya perubahan pola pikir generasi muda Papua Tengah agar tidak hanya bergantung pada jalur aparatur sipil negara (ASN), melainkan berani masuk dan menguasai dunia usaha serta kewirausahaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Deinas Geley saat menghadiri pelantikan kepengurusan organisasi kepemudaan di Nabire, yang dihadiri pemuda-pemudi dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.

Menurut Deinas, Papua Tengah merupakan daerah dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, namun masih menghadapi tantangan serius pada kualitas dan kemandirian sumber daya manusia, khususnya dalam bidang bisnis dan perdagangan.

“Tanah Papua ini sangat kaya, sumber daya berlimpah, tetapi orangnya kita masih kurang menguasai bisnis, perdagangan, dan dunia usaha. Ini yang membuat kita sering tertinggal,” ujar Deinas.

Ia menekankan bahwa organisasi kepemudaan yang lahir sejak 1971 tersebut mampu berkembang karena berdiri lurus dan tidak terjebak kepentingan politik. Prinsip yang sama, kata dia, harus diterapkan oleh generasi muda Papua Tengah dalam membangun masa depan ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjut Deinas, berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada pemuda-pemudi dari delapan kabupaten untuk menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah hanya berperan sebagai pembuat kebijakan, sementara penggerak sesungguhnya adalah para pengusaha.

“Bukan gubernur, bukan wakil gubernur, bukan kepala OPD yang menggerakkan ekonomi. Yang menggerakkan itu adalah pengusaha,” tegasnya.

Deinas juga mendorong pemuda Papua Tengah untuk terbuka dan berkolaborasi dengan pelaku usaha dari luar Papua, seperti dari Jawa, Sulawesi, Maluku, dan daerah lainnya, guna mempercepat transfer ilmu dan pengalaman di bidang perdagangan dan kewirausahaan.

Ia mengingatkan bahwa besarnya APBD Papua Tengah yang mencapai triliunan rupiah tidak akan berdampak signifikan jika uang tersebut terus keluar daerah dan tidak berputar di Papua.

“Uang triliunan ini tidak boleh kembali ke Jakarta. Harus berputar di Papua, dan itu ada di tangan pemuda-pemudi sebagai pengusaha,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Deinas menyampaikan pesan tegas kepada generasi muda untuk menghentikan kebiasaan minuman keras dan menjauhi perilaku seks bebas karena dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan Papua Tengah.

“Kalau kita tidak bersatu dan tidak berubah, sampai kapan pun Papua tidak akan bangun,” tutup Deinas. (FN).