Nabire, Taburanews.my.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional kian mendekati tahap pelaksanaan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire, Marsel Asyerem, turun langsung ke sekolah-sekolah calon penerima manfaat guna memastikan kesiapan di lapangan.

Kunjungan lapangan dilakukan pada Rabu (27/1/2026) di sejumlah sekolah wilayah Nabire Barat dan sekitarnya. Beberapa sekolah yang dikunjungi antara lain SD Inpres Jayanti, SD Siloam, SMP Negeri 9, SMP 1 Nabire Barat, SD Negeri Inpres Waroki, serta SD Inpres Kalibobo.

Langkah ini merupakan bagian dari verifikasi akhir kesiapan operasional SPPG Jayanti Nabire sebelum program MBG digulirkan secara bertahap. Marsel memastikan kesiapan teknis berjalan sesuai petunjuk Badan Gizi Nasional, mulai dari alur distribusi makanan, waktu penyaluran, hingga mekanisme pendampingan di sekolah.

Menurut Marsel, MBG bukan sekadar program pembagian makanan, melainkan investasi jangka panjang pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di wilayah Papua Tengah yang menjadi perhatian nasional.

“Program Makan Bergizi Gratis adalah komitmen negara untuk memastikan anak-anak datang ke sekolah dengan perut kenyang dan tubuh sehat. Dengan gizi yang cukup, konsentrasi belajar dan kualitas kesehatan anak akan meningkat,” ujar Marsel saat berdialog dengan pihak sekolah.

Para guru menyambut positif rencana pelaksanaan MBG. Mereka menilai program ini sangat membantu peserta didik, mengingat masih banyak anak yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan yang memadai. Kehadiran makanan bergizi di sekolah diyakini akan berdampak langsung terhadap semangat dan daya tangkap belajar siswa.

Dengan kesiapan SPPG Jayanti Nabire yang terus dimatangkan, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan segera berjalan dan menjangkau sekolah-sekolah secara bertahap. Pemerintah menargetkan program ini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia, sejalan dengan agenda pembangunan nasional di bidang gizi dan pendidikan, terutama di wilayah Papua Tengah. (JN)