Nabire, Taburanews.my.id – Kepolisian mengembalikan lima unit sepeda motor kepada warga Kabupaten Nabire, Papua Tengah, yang menjadi korban pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pengembalian dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nabire pada Rabu (28/1/2026).

Kasat Lantas Polres Nabire IPTU Exaudio P. Raja Hasibuan, S.Tr.K., M.H. mengatakan, kendaraan tersebut diserahkan kepada pemilik setelah dilakukan pencocokan data dan verifikasi bukti kepemilikan yang sah.
“Lima unit sepeda motor hari ini kami kembalikan kepada masing-masing pemilik. Waktu kehilangan berbeda-beda. Prinsipnya, selama pemilik dapat menunjukkan bukti kepemilikan yang sah, kendaraan kami kembalikan tanpa dipungut biaya,” kata Exaudio.
Ia menjelaskan, kendaraan yang tidak dapat menunjukkan kelengkapan dokumen menjadi perhatian khusus kepolisian karena berpotensi berkaitan dengan tindak pidana.
Menurut Exaudio, sepanjang 2025 angka curanmor di Kabupaten Nabire masih tergolong tinggi. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi kepolisian untuk meningkatkan upaya penindakan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kejahatan ini dapat menimpa siapa saja. Karena itu, kami berupaya memastikan hak masyarakat tetap terlindungi,” ujarnya.
Salah satu korban, Samsul (43), mengatakan sepeda motor miliknya sempat hilang selama beberapa bulan sebelum akhirnya ditemukan oleh polisi.
“Saya sempat pasrah karena motor itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Saat diberi tahu bahwa motor ditemukan, saya langsung datang untuk memastikan,” kata Samsul.
Korban lainnya, Sisilia (22), menyampaikan apresiasi atas pengembalian kendaraan yang dilakukan tanpa biaya.
“Prosesnya jelas dan tidak dipungut biaya apa pun,” ujarnya.
Kasat Lantas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, antara lain dengan menggunakan kunci pengaman tambahan, memarkir kendaraan di tempat aman, serta memperhatikan keamanan lingkungan.
Satlantas Polres Nabire menyatakan akan terus melakukan langkah pencegahan, penindakan, dan pelayanan guna menekan angka curanmor serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Nabire. (JN)

