Nabire, Taburanews.my.id – Praktik perjudian jenis togel yang diduga berlangsung terang-terangan di belakang kawasan pertokoan Kelurahan Oyehe, Distrik Nabire, akhirnya dibubarkan aparat Polsek Nabire Kota pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 10.30 WIT.

Aktivitas yang disebut warga sudah cukup lama meresahkan itu dihentikan dalam operasi yang dipimpin langsung Wakapolsek IPTU Ahada Silayar.

Pembubaran dilakukan di area yang tak jauh dari pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Lokasi yang strategis di belakang deretan ruko Oyehe, memunculkan tanda tanya: bagaimana praktik perjudian bisa berlangsung di siang hari, di ruang publik yang relatif terbuka?

Operasi tersebut melibatkan sedikitnya tujuh personel Polsek Nabire Kota, didukung Pawas IPTU Fredik Hendrik Ainusi. Aparat juga mendapat bantuan dari Dalmas dan personel penjagaan Polres Nabire untuk mengamankan situasi.

Menurut keterangan kepolisian, aktivitas yang dibubarkan adalah perjudian jenis togel/rolex. Saat petugas tiba di lokasi, sejumlah warga didapati sedang berkumpul.

Aparat kemudian memberikan imbauan tegas agar seluruh bentuk perjudian dihentikan dan tidak lagi dilakukan di kawasan tersebut.

Langkah pembubaran disebut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Nabire Kota.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.10 WIT dan dilaporkan berlangsung aman serta terkendali. Namun, aparat belum merinci apakah ada pihak yang diamankan atau barang bukti yang disita dalam operasi tersebut.

Pembubaran ini kembali menyoroti praktik perjudian konvensional yang masih muncul di sejumlah daerah, termasuk di wilayah Papua Tengah. Togel, yang kerap beroperasi secara sembunyi-sembunyi, kini justru disebut warga kerap berpindah-pindah lokasi untuk menghindari razia.

Sejumlah tokoh masyarakat di Nabire menilai penindakan tidak cukup hanya dengan pembubaran sesaat. “Harus ada langkah berkelanjutan. Kalau tidak, biasanya pindah tempat lalu muncul lagi,” ujar seorang warga Oyehe yang meminta namanya dirahasiakan.

Aparat kepolisian menyatakan komitmennya untuk terus melakukan patroli dan penertiban guna memastikan wilayah tetap kondusif.

Operasi siang bolong di belakang pusat pertokoan itu menjadi sinyal bahwa praktik perjudian masih mencari celah di ruang-ruang publik.

Pertanyaannya, apakah penindakan kali ini menjadi awal dari penertiban menyeluruh atau sekadar jeda sementara sebelum aktivitas serupa kembali beroperasi? (FN).