Sinak, Taburanews.my.id — Di tengah situasi keamanan yang penuh tantangan di Papua Tengah, pendekatan berbeda ditunjukkan personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026.
Tak sekadar menjalankan patroli, aparat justru memilih merangkul masyarakat melalui interaksi hangat bersama anak-anak di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Kamis (19/3/2026).
Dalam kegiatan patroli sambang tersebut, personel tampak membaur dengan warga, menyapa, berjabat tangan, hingga mengajak anak-anak bermain dan berbagi makanan ringan.

Suasana yang awalnya kaku perlahan mencair, berganti dengan tawa dan antusiasme anak-anak yang mulai merasa nyaman dengan kehadiran aparat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pendekatan humanis yang kini dikedepankan Satgas Damai Cartenz dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah rawan konflik.
Anak-anak dan masyarakat sipil dipilih sebagai pintu masuk untuk membangun kedekatan emosional sekaligus menumbuhkan rasa percaya terhadap aparat.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan persuasif menjadi kunci dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan.
“Pendekatan keamanan tidak bisa hanya bersifat represif. Kami hadir bukan hanya untuk menjaga, tetapi juga membangun kedekatan emosional agar masyarakat merasa aman dan dilindungi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
“Kepercayaan masyarakat adalah kunci. Jika itu terbangun, stabilitas keamanan akan tercipta dengan sendirinya,” katanya.
Respons positif datang dari warga Sinak. Kehadiran aparat yang lebih terbuka dan humanis dinilai mampu menghapus jarak psikologis yang selama ini terbentuk akibat situasi konflik.
Anak-anak yang awalnya tampak canggung, kini justru berebut mendekat untuk berinteraksi.
Selain membangun kedekatan, patroli ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mengajak warga berperan aktif menjaga lingkungan.
Melalui pendekatan ini, Satgas Damai Cartenz tak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga membangun jembatan sosial di tengah masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan mampu mengubah persepsi, memperkuat kehadiran negara, serta menanamkan rasa aman, dimulai dari hal paling sederhana: senyum anak-anak di garis depan Papua. (FN)

