Nabire, Taburanews.my.id — Di tengah keterbatasan stok darah dan tingginya kebutuhan layanan kesehatan di Papua Tengah, ratusan prajurit TNI, anggota Persit, hingga warga sipil mendatangi Gedung Serbaguna Korem 173/PVB, Nabire.

Mereka datang bukan untuk seremoni, melainkan menyumbangkan darah dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Tahun 2026.

Kegiatan donor darah ini diikuti sekitar 300 peserta dan berhasil mengumpulkan sedikitnya 200 kantong darah. Aksi sosial tersebut dilaksanakan secara terpusat oleh Korem 173/PVB dan diikuti melalui video conference oleh seluruh jajaran Kodam XVII/Cenderawasih.

Komandan Yonif TP 804/DBAY, Letkol Inf Okto Hutabri Tanimba, menegaskan bahwa donor darah bukan sekadar agenda rutin menyambut ulang tahun organisasi istri prajurit, tetapi menjadi pengingat bahwa negara harus hadir secara nyata dalam urusan kemanusiaan.

“Di Papua, darah bukan hal sepele. Setetes darah bisa menentukan hidup dan mati seseorang. Negara tidak boleh abai, dan TNI memilih untuk hadir lebih dulu ketika masyarakat membutuhkan,” kata Okto kepada wartawan, Rabu (3/2/2026).

Menurut dia, tingginya partisipasi prajurit dan masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih menjadi kekuatan utama di daerah, meski fasilitas kesehatan belum sepenuhnya ideal.

“Kami ini prajurit, tapi sebelum itu kami manusia. Kalau hari ini ada warga yang selamat karena darah yang kami sumbangkan, itu jauh lebih bermakna daripada sekadar upacara,” ujarnya dengan nada tegas.

Kegiatan ini melibatkan prajurit TNI, anggota Persit Kartika Chandra Kirana, personel Polri, pelajar, hingga masyarakat umum Kota Nabire. Sejak pagi, antrean pendonor tampak mengular, mencerminkan antusiasme warga terhadap aksi kemanusiaan tersebut.

Ketua Persit KCK Ranting 2 Yonif TP 804 Cabang XXVI Brigif TP 82 PD XVII/Cenderawasih, Ny. Fani Okto Hutabri Tanimba, menyebut donor darah sebagai wujud nyata peran Persit yang tidak hanya berada di lingkup internal TNI.

“Persit tidak ingin hanya dikenal lewat seragam dan seremoni. Kami ingin hadir langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di daerah yang akses kesehatannya masih terbatas,” kata Fani.

Ia menambahkan, peringatan HUT ke-80 Persit KCK seharusnya menjadi momentum refleksi, bukan hanya perayaan.

“Ulang tahun organisasi tidak ada artinya jika tidak memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan donor darah ini didukung oleh Polkes 17.09.01 Nabire bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Nabire. PMI Nabire menyebut stok darah di wilayah ini kerap berada pada batas minimum, sementara kebutuhan transfusi terus meningkat.

Sinergi antara TNI, Persit, dan PMI diharapkan mampu memperkuat ketersediaan darah bagi rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Nabire serta wilayah sekitarnya.

Melalui kegiatan ini, Yonif TP 804/DBAY menegaskan bahwa pengabdian TNI tidak hanya diukur dari tugas keamanan, tetapi juga dari keberpihakan pada nilai kemanusiaan dan terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan layanan dasar. (JN).