Mamuju, Taburanews.my.id — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Marano 2026 di halaman Mapolresta Mamuju, Senin (2/2/2026).

Apel ini menandai dimulainya operasi kepolisian yang bertujuan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Apel gelar pasukan dipimpin oleh Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polresta Mamuju dan dihadiri sejumlah unsur terkait, di antaranya Dandim 1418 Mamuju yang diwakili Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops), Dinas Perhubungan Kabupaten Mamuju, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Mamuju, serta jajaran pejabat utama Polresta Mamuju. Kehadiran lintas instansi tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan operasi keselamatan lalu lintas.
Operasi Keselamatan Marano 2026 mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcar Lantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.” Tema ini menegaskan fokus operasi pada upaya menciptakan kondisi lalu lintas yang kondusif di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya menjelang agenda nasional dan hari besar keagamaan.
Dalam amanat Kapolda Sulawesi Barat yang dibacakan oleh Kabag Ops Polresta Mamuju Kompol Syamsurijal, ditekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan dan keselamatan lalu lintas.
Ia menyebut, permasalahan lalu lintas tidak bisa ditangani oleh kepolisian semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
“Operasi Keselamatan Marano 2026 lebih mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif kepada masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas,” ujar Kompol Syamsurijal dalam amanat tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penegakan hukum tetap menjadi bagian dari operasi. Namun, penindakan dilakukan secara selektif dan terukur, terutama terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Menurutnya, operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Mamuju.
Sejumlah sasaran prioritas akan menjadi perhatian, seperti penggunaan helm, kelengkapan kendaraan, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, serta perilaku berkendara yang berisiko.
Polresta Mamuju berharap melalui Operasi Keselamatan Marano 2026, tercipta budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
Dengan meningkatnya disiplin pengguna jalan, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan dan situasi lalu lintas tetap aman serta lancar menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung operasi ini dengan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” tutupnya. (JN).

