Nabire, Taburanews.my.id — PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Papua Tengah dalam kondisi aman menjelang periode mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Jaminan ini diberikan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadhan hingga Lebaran 2026.

Sales Branch Manager Papua Tengah 1 Pertamina Patra Niaga, Muh Rinaldi Suryanto, mengatakan ketersediaan BBM di wilayah tersebut saat ini ditopang oleh dua terminal utama, yakni Fuel Terminal Nabire dan Fuel Terminal Timika.

Fuel Terminal di Kabupaten Nabire melayani distribusi BBM untuk sejumlah daerah di kawasan Meepago, meliputi Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Paniai, dan Kabupaten Deyai.

Sementara itu, terminal di Kabupaten Mimika mendukung penyaluran energi ke wilayah Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya, serta Kabupaten Intan Jaya.

“Untuk stok BBM maupun LPG kami pastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran,” kata Rinaldi, kepada awak media diruang kerjanya, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan ketahanan stok LPG di Papua Tengah saat ini mencapai sekitar 15 hari dengan konsumsi rata-rata 20 metrik ton per hari. Sementara itu, stok minyak tanah mampu mencukupi kebutuhan hingga delapan hari dengan konsumsi sekitar 56 kiloliter per hari.

Untuk BBM jenis pertalite, ketahanan stok diperkirakan sekitar tujuh hari dengan konsumsi harian mencapai 199 kiloliter. Sedangkan pertamax memiliki ketahanan hingga 10 hari dengan konsumsi sekitar 47 kiloliter per hari.

Adapun stok solar atau dexlite diperkirakan cukup untuk lima hari dengan konsumsi harian sekitar 572 kiloliter. Pertamina juga menyiapkan avtur dengan ketahanan stok sekitar 13 hari dan konsumsi rata-rata 234 kiloliter per hari.

Menurut Rinaldi, angka ketahanan tersebut bersifat dinamis karena pasokan energi terus ditambah secara berkala ketika stok mendekati batas aman di masing-masing terminal.

Pertamina memperkirakan puncak arus mudik Lebaran tahun ini terjadi pada 17 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 25 Maret 2026.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran, konsumsi pertalite dan pertamax diperkirakan naik sekitar 7,2 persen dibandingkan hari normal. Sebaliknya, konsumsi solar diproyeksikan turun sekitar 10,8 persen.

Di sisi lain, kebutuhan avtur diprediksi meningkat 8,6 persen, konsumsi LPG naik 14,3 persen, dan penggunaan minyak tanah diperkirakan bertambah sekitar 9,6 persen.

Untuk memastikan distribusi energi tetap lancar selama periode Lebaran, Pertamina mengoperasikan penuh seluruh fuel terminal di Papua Tengah. Penyaluran BBM didukung oleh 81 SPBU, lima agen LPG, serta 11 agen minyak tanah bersubsidi.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan tambahan 10 unit mobil tangki guna memperkuat distribusi BBM ke SPBU selama masa mudik dan arus balik Lebaran. (FN).