Nabire, Taburanews.my.id — Pagi itu, Rabu 11 Februari 2026, barisan prajurit berseragam loreng menyatu dengan warga di pesisir Pantai Labani, Jalan Kaleb Warai, Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire. Di tangan mereka bukan senjata, melainkan karung dan pengait sampah. Aksi bersih pantai yang digelar Lanal Nabire itu bukan sekadar kerja bakti rutin, ia dibingkai sebagai bagian dari instruksi langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Pantai Labani bukan hanya ruang wisata. Ia adalah ruang hidup. Sampah plastik yang menumpuk di garis pantai menjadi penanda persoalan klasik: rendahnya kesadaran kolektif dan minimnya pengelolaan limbah. Di tengah situasi itu, kehadiran aparat militer membawa pesan simbolik, negara turun tangan.

Komandan Lanal Nabire, Letkol Laut (P) Guntur Prastyawan, M.Tr.Opsla, menegaskan kebersihan pesisir tak bisa dibebankan pada satu pihak. “Ini tanggung jawab bersama. Aparat dan masyarakat harus bergerak serentak,” ujarnya di sela kegiatan.

Namun di balik sapu dan karung sampah, ada pertanyaan yang lebih besar: apakah gerakan ini akan berhenti pada satu momentum, atau berlanjut menjadi budaya?

Sejumlah warga yang ditemui mengaku senang dengan keterlibatan TNI AL. Bagi mereka, aksi itu bukan hanya membersihkan pantai, tetapi juga memberi contoh langsung.

Seorang tokoh masyarakat Kampung Samabusa menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk perhatian nyata terhadap lingkungan yang selama ini kerap luput dari pengawasan. “Kami berterima kasih. Ini bukan hanya soal pantai bersih, tapi soal kepedulian,” katanya.

Aksi bersih Pantai Labani menjadi potret kolaborasi, antara militer dan warga, antara instruksi pusat dan gerak di daerah.

Ia bisa menjadi awal perubahan, jika konsistensi dijaga. Sebab menjaga pesisir bukan sekadar memenuhi arahan, melainkan merawat masa depan. (FN).