Nabire, Taburanews.my.id – Kepolisian Sektor Makimi, Papua Tengah, mendampingi proses dros (perontokan) jagung kering milik Kelompok Tani Sumber Rezeki di Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Sabtu, 7 Februari 2026.

Pendampingan ini berlangsung di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolsek Makimi IPTU Samuel Picauly. Kelompok Tani Sumber Rezeki merupakan kelompok binaan Polda Papua Tengah yang kini memasuki masa panen.

Kelompok ini dikelola oleh petani lokal, Rahman, dengan estimasi produksi mencapai sekitar 5.000 kilogram atau 5 ton jagung.

Jagung yang dipanen terlebih dahulu melalui proses dros sebelum memasuki tahap pengeringan.

Proses penjemuran diperkirakan memerlukan waktu sekitar empat hari, bergantung pada kondisi cuaca, hingga mencapai standar kadar air yang ditetapkan Perum Bulog.

Jagung kering tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan maupun pakan di wilayah setempat.

Samuel mengatakan kehadiran polisi dalam kegiatan pertanian bertujuan memastikan seluruh tahapan panen dan pascapanen berjalan lancar.

Menurut dia, keterlibatan aparat di lapangan juga dimaksudkan untuk memberi rasa aman kepada petani.

“Ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Dari daerah, kami berupaya mendukung agar produksi pangan berjalan baik dan berkelanjutan,” kata Samuel di lokasi kegiatan.

Presiden dalam sejumlah kebijakan menekankan pentingnya memperkuat produksi pangan dalam negeri guna menjaga stabilitas pasokan dan harga, sekaligus menekan ketergantungan pada impor.

Dalam konteks itu, wilayah seperti Papua Tengah dinilai memiliki potensi strategis, termasuk untuk komoditas jagung.

Pendampingan yang dilakukan Polsek Makimi menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara aparat negara dan masyarakat tani.

Selain menjaga keamanan, kehadiran polisi diharapkan mendorong pengelolaan hasil panen yang lebih tertib dan terukur.

Kegiatan pendampingan berakhir sekitar pukul 10.30 WIT dan berlangsung aman serta kondusif.

Pemerintah daerah berharap kerja sama antara kepolisian, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Nabire. (FN).