Nabire, Taburanews.my.id — Senja belum sepenuhnya turun ketika warga Jalur 4 SP2 Kampung Kalisemen, Distrik Nabire Barat, dikejutkan oleh penemuan sesosok jasad pria di dalam parit, Senin, 2 Februari 2026. Korban belakangan diketahui berinisial HP (56), seorang pengemudi ojek dengan ciri helm putih bernomor punggung 228.

Laporan warga masuk ke kepolisian sekitar pukul 16.21 WIT. Tak lama berselang, aparat dari Polsek Nabire Barat dan Satuan Reserse Kriminal Polres Nabire bergerak ke lokasi.

Area penemuan segera dipasangi garis polisi, sementara petugas melakukan olah tempat kejadian perkara di tengah perhatian warga yang mulai berdatangan.

Di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya sepasang sandal dan sebuah helm. Posisi jasad korban terlentang di parit kecil, tak jauh dari jalur yang biasa dilalui pengendara dan warga setempat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Nabire IPTU Habibi C. Solosa, S.Tr.K., S.I.K., yang memimpin langsung penanganan bersama Kapolsek Nabire Barat IPTU Bogi Transtanto, S.H., menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka serius akibat benda tajam.

Polisi menemukan luka sobek dan luka tusuk di beberapa bagian tubuh korban, yang menguatkan dugaan tindak kekerasan.

“Untuk memastikan penyebab kematian secara pasti, jenazah telah dievakuasi ke RSUD Nabire guna dilakukan Visum Et Repertum,” ujar sumber kepolisian.

Sejumlah saksi mengaku masih melihat korban berada di sekitar lokasi beberapa jam sebelum ditemukan tak bernyawa.

Namun hingga kini, pelaku maupun motif kejadian masih gelap. Polisi tengah mengumpulkan keterangan tambahan dari saksi-saksi, sekaligus menelusuri kemungkinan rekaman CCTV di sekitar jalur tersebut.

Kasus ini menambah daftar kekerasan yang menimpa pengemudi ojek atau kelompok pekerja informal yang kerap bekerja hingga sore dan malam hari dengan risiko keamanan tinggi.

Polisi memastikan penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan, serta membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi untuk membantu pengungkapan kasus.

“Setiap informasi sekecil apa pun akan sangat berarti,” kata aparat kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, garis polisi masih terpasang di lokasi penemuan, sementara aparat terus menyisir kemungkinan petunjuk yang tertinggal. (JN).