Nabire, Taburanews.my.id — Arus mudik Lebaran 2026 di jalur laut mulai bergerak. PT Pelayaran Nasional Indonesia menambah dua kapal untuk melayani penumpang di Pelabuhan Nabire, Papua Tengah, guna mengantisipasi lonjakan pemudik.

Kepala Cabang Pelni Nabire, Robby Munardi, mengatakan tambahan armada tersebut adalah KM Labobar dan KM Dobonsolo. Selama ini, rute Nabire secara rutin dilayani oleh KM Gunung Dempo dan KM Doloronda.

“Periode tahun 2026 ini Pelni Nabire mendapatkan alokasi tambahan dua kapal, yakni KM Labobar dan KM Dobonsolo. Kalau yang rutin masuk ke Nabire itu KM Gunung Dempo dan KM Doloronda,” kata Robby.

Menurut dia, KM Labobar telah berangkat dari Nabire pada Senin pagi sebelum Lebaran dan dijadwalkan kembali lagi setelah hari raya.

Untuk sisa periode menjelang Lebaran, Pelabuhan Nabire masih akan disinggahi satu kapal lagi.

“Dalam satu minggu hingga sekitar sepuluh hari terakhir bulan puasa ini, masih ada satu kapal yang akan masuk ke Nabire, yakni KM Gunung Dempo yang dijadwalkan berlayar ke arah Jayapura pada 12 Maret. Setelah itu kapal kembali dari Jayapura ke arah barat dan singgah lagi di Nabire pada 14 Maret,” ujarnya.

Setelah Lebaran, Pelni juga menjadwalkan kapal lain kembali singgah di Nabire pada 27 Maret.

Di tengah persiapan arus mudik, Pelni juga menggulirkan program diskon tiket kapal sebesar 30 persen yang berlaku secara nasional.

Program tersebut berlangsung mulai 11 Maret hingga 5 April 2026 untuk seluruh rute kapal Pelni, termasuk yang menyinggahi Nabire.

Namun hingga awal Maret, pemanfaatan diskon tersebut masih tergolong rendah.

“Berdasarkan laporan terakhir, penyerapannya baru sekitar 33 persen. Dari total anggaran sekitar Rp42 miliar, yang sudah terserap baru sekitar Rp13 miliar,” kata Robby.

Dari sisi jumlah penumpang, Pelni menargetkan sekitar 445.000 orang memanfaatkan diskon tersebut. Namun hingga kini baru sekitar 146.000 penumpang yang tercatat menggunakan fasilitas itu.

Untuk menghadapi lonjakan penumpang selama musim mudik, Pelni juga memperoleh dispensasi kapasitas angkut hingga 150 persen pada sejumlah kapal.

Meski demikian, Robby menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

“Secara global Pelni mendapatkan kapasitas dispensasi hingga 150 persen, tetapi kapal-kapal yang masuk ke Nabire tetap dipastikan laik laut dan aman untuk mengangkut penumpang,” ujarnya.

Robby juga mengingatkan masyarakat agar membeli tiket melalui jalur resmi seperti aplikasi Pelni Mobile, situs resmi Pelni, maupun loket cabang terdekat.

Ia menegaskan pembelian tiket melalui calo sangat berisiko karena identitas penumpang sering kali tidak sesuai dengan data tiket.

“Kalau membeli tiket melalui calo dan identitas tidak sesuai, kami tidak bisa menjamin perlindungan penumpang saat pelayaran,” katanya.

Saat ini tiket kapal Pelni sudah dapat dipesan hingga 30 hari sebelum keberangkatan melalui aplikasi Pelni Mobile yang dinilai semakin memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan mudik. (FN).