Nabire, Taburanews.my.id – Kepolisian Daerah Papua Tengah bersama Polres Nabire melaksanakan Gerakan Pangan Murah secara serentak di Hall. Aula Wicaksana Leghawa Polres Nabire, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolri kepada seluruh jajaran Polda dan Polres di Indonesia untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, mengatakan gerakan tersebut bertujuan memastikan kebutuhan sembako masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau sehingga daya beli masyarakat tidak menurun menjelang hari besar keagamaan.

“Gerakan pangan murah ini dimaksudkan untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan kebutuhan sembako menjelang perayaan Idul Fitri tetap terpenuhi sehingga masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya, kepada awak media disela berlangsungnya GPM tersebut.

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan Polri terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan serta mengendalikan inflasi di daerah.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Deni Herdiana, menyampaikan bahwa dalam kegiatan tersebut disiapkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar.
Untuk komoditas beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pihaknya menyiapkan sebanyak 10.000 kilogram atau 10 ton yang didistribusikan di dua lokasi, yakni Nabire dan Timika.

“Kuota beras SPHP yang kita siapkan hari ini sebanyak 10 ton. Terdiri dari dua titik, yaitu di Nabire 8 ton dan Timika 2 ton. Kami juga sudah menyiapkan cadangan 5 ton apabila stok hari ini habis,” jelasnya.

Selain beras, sejumlah bahan pokok lain juga disediakan dalam program tersebut, di antaranya gula pasir 650 kilogram, minyak goreng 412 liter, serta telur sebanyak 4.500 butir.

Beras SPHP dalam kegiatan ini dijual dengan harga Rp58.000 per lima kilogram, karena diperoleh langsung dari Bulog sehingga dapat dijual lebih murah dibanding harga di pasaran.

Dirbinmas menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ini bukan untuk berdagang, melainkan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Kepolisian hadir untuk mendukung program pemerintah agar kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan harga tetap stabil sehingga tidak terjadi inflasi di daerah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Papua Tengah juga memberikan bingkisan gratis kepada masyarakat, khususnya mama-mama Papua, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga. Sekitar 100 paket bantuan dibagikan langsung kepada masyarakat.

Polisi juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban sehingga situasi di Kabupaten Nabire tetap aman dan kondusif.

“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga keamanan agar Nabire tetap menjadi daerah yang damai dan kondusif bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (FN)