Nabire, Taburanews.my.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, hingga periode Maret 2026 cukup signifikan menjangkau sekitar 23.000 penerima manfaat.

Program tersebut dikabarkan telah menyasar siswa sekolah, tenaga pendidik, serta ibu hamil dan ibu menyusui sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Koordinator wilayah program MBG Nabire, Marsel Asyerem, mengatakan secara umum pelaksanaan program tersebut berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi para penerima manfaat.

Setiap hari ribuan siswa menerima makanan bergizi yang disiapkan melalui dapur layanan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.

Namun demikian, dalam pelaksanaan terbaru terdapat laporan tujuh orang mengalami gangguan pencernaan pada malam hari, yang terdiri dari empat siswa dan tiga guru.

Keluhan tersebut muncul setelah mereka mengonsumsi makanan dari program MBG, meskipun penyebab pastinya masih dalam proses penelusuran.

Menurut Marsel, laporan tersebut menjadi perhatian serius bagi penyelenggara program. Pihaknya kini melakukan koordinasi dengan pihak sekolah serta tim terkait untuk memantau kondisi para siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan.

Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi guna memastikan kualitas makanan yang disediakan tetap memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

“Setiap laporan dari masyarakat maupun sekolah akan kami tindak lanjuti secara serius. Program ini bertujuan meningkatkan kesehatan anak-anak, sehingga kualitas makanan harus terus dijaga,” ujarnya, kepada awak media saat ditemuin di Klinik Rihensa Nabire, Jum’at malam (13/3/2026).

Dengan jumlah penerima manfaat yang cukup besar, pengawasan dan evaluasi secara berkala dinilai penting agar program MBG di Nabire dapat terus berjalan secara aman serta memberikan manfaat nyata bagi generasi muda. (FN).